Untuk pemasangan iklan hubungi: info@terangdunia.com

16 June 2010

Kasih menutupi segala pelanggaran

"Pada tengah malam saya mendapati diri saya sama sekali tidak bisa tidur," tulisnya. "Gelombang ketidakadilan melanda diri saya, dan kasih yang saya miliki tampaknya sudah tidak ada lagi dalam hati saya. Dalam perasaan terluka dan kesedihan yang sangat dalam saya berseru kepada Allah, meminta kekuatan untuk bisa mentaati firman-Nya : 'Kasih menutupi segala pelanggaran'.

"Tiba-tiba Roh-Nya mulai mengerjakan kekuatan ke dalam diri saya yang memampukan saya untuk benar-benar bisa melupakan ketidak-adilan yang saya rasakan dan memiliki kasih itu kembali. Secara mental saya menggali sebuah kuburan, bersusah payah membuatnya sampai lubangnya sangat dalam. Dengan perasaan sedih saya menurunkan rasa sakit hati saya ke dalam kuburan itu dan dengan cepat menimbunnya dengan tanah. Kemudian dengan hati-hati saya menutupnya dengan lempengan rumput yang hijau, menanaminya dengan bunga-bunga mawar putih yang indah dan memasang tanda jangan--lupakan--saya diatasnya, lalu dengan cepat saya pergi meninggalkannya.
Kemudian saya bisa tidur dengan nyenyak. Dan luka yang tampaknya dalam,sudah sembuh tanpa meninggalkan bekas. Kasih Allah telah menutupi dengan rapat, sehingga hari ini saya tidak ingat apa yang menyebabkan saya merasa sedih."

I korintus 13:7
Kasih menutupi segala sesuatu, percaya segala segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Amsal 10:12b
.. kasih menutupi segala pelanggaran.

Article by: ribkah
Photo: http://www.environment.gov.au/

Baca selengkapnya...

07 June 2010

Kudengar kasih sayangnya

Sepanjang ingatanku,semasa pertumbuhanku menjadi dewasa aku tidak pernah mendengar ayahku mengucapkan kata-kata "Aku sayang padamu". Apabila seorang ayah tidak pernah mengucapkan sewaktu anaknya masih kecil, maka dengan pertambahan usia si ayah akan semakin sulit saja untuk mengatakannya.
Terus terang saja, aku benar-benar tidak ingat kapan terakhir aku mengucapkan kata-kata itu kepadanya. Karenanya, pada suatu kali aku memutuskan untuk menyingkirkan perasaan gengsi dan melakukan langkah pertama.

Dalam percakapanku dengan ayahku lewat telephone, setelah agak sangsi sejenak, aku mengucapkannya,

"Ayah...aku sayang padamu!"
Sejenak tak terdengar apa-apa, lalu ayah menjawab dengan kikuk, " yah--- sama-samalah!"
Sambil tertawa geli kukatakan, "ayah, aku tahu ayah sayang padaku,..

Beberapa minggu setelah itu, ayah mengakhiri percakapan kami lewat telephone dengan kata-kata, "Paul, aku sayang padamu."
Air mataku menetes ketika akhirnya aku"mendengar" kasih sayang ayah.
Kami berdua menyadari bahwa saat istimewa ini telah membawa hubungan ayah-anak ke suatu tingkat yang baru.

Tidak lama setelah saat istimewa itu, ayahku menjalani operasi jantung yang nyaris saja merengut nyawanya.
Sejak itu aku sering merenung ;
"Andaikata aku tidak memulai dan ayah meninggal dunia setelah dioperasi, aku takkan pernah bisa "mendengar"kasih sayangnya.

Article by: Chicken soup for the soul; fwd by: Ribkah
Photo:http://catchthefire.com.au/

Baca selengkapnya...

01 June 2010

Sparepart-a testimony

Seorang rekan menyaksikan mujijat yan dialaminya. Suatu ketika dia sakit, ususnya bocor sehingga mengalami pendarahan hebat dan harapan hidupnya tinggal 10persen.

Tetapi dia terus berharap kepada Tuhan, Hizkia yang sudah di-SK kan dari sorga akan mati, ketika berseru kepada Tuhan dibatalkan dan diberikan tambahan umur.

Dalam penderitaannya dia ingat, pabrik motor/mobil selalu menyediakan sparepart ketika memproduksi. Dia pikir pasti di sorga ada juga sparepart tubuh manusia. Imannya bangkit, dia terus menyembah Tuhan.

Akhirnya mujijat terjadi, pendarahan akibat usus bocor berhenti tanpa ada operasi. Kondisinya semakin membaik... Dokter heran. Dia dikenakan biaya dokter sangat murah, karena dokternya menyadari kesembuhan sang pasien karena Tuhan.

article by: saul
photo:http://t0.gstatic.com/

Baca selengkapnya...

16 May 2010

Kesaksian

Syalom, Rekan2 terkasih dalam Kristus,
Saya hanya ingin berbagi kesaksian tentang mujizat Tuhan Yesus dalam kehidupan keluarga kami. Bermula dr ketika mama saya divonis dokter menderita breast cancer stadium 3A yang membuat kami sekeluarga menjadi sedih sekali.

Saat itu dalam keluarga kami hanya saya dan mama yg belum menjadi pengikut Yesus walau sebetulnya sudah sejak lama kakak saya merindukan kami untuk bisa seiman dalam Kristus. Sebelum mama saya di-operasi kakak saya mengajak kami untuk pergi ke gereja mengikuti kebaktian malam dan kami setuju untuk ikut bersamanya. Sewaktu di gereja entah mengapa hati saya tersentuh sekali hingga saya menangis selama kebaktian ketika mendengarkan puji2an pada Tuhan dan mendengarkan khotbah pendeta yang saya masih ingat topiknya adlh Filipi 4:13 "Segala perkara dapat kutanggung didalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku". Seakan2 saya mendapatkan kekuatan ketika membaca ayat ini dan saya langsung berjanji bhw saya akan ikut Tuhan Yesus untuk selamanya.
Singkat cerita saya dan mama akhirnya dibaptis setelah mama menjalani operasi pengangkatan payudara. Masalah kemudian datang lagi ketika dokter mengharuskan mama untuk dikemo, ini menjadi dilema bagi kami karena usia mama yg sudah tua dan kondisinya yg tdk kuat untuk menjalani kemo, dan juga kami tidak sanggup menanggung biaya kemo yang sangat mahal. Akhirnya kami memutuskan mama tidak usah dikemo dan hanya berdoa dan berpasrah serta berserah sepenuhnya untuk memohon mujizat kesembuhan dari Tuhan Yesus. Tanpa terasa saat ini sudah lima thn berlalu dan mama saya msh diberikan kesempatan hidup oleh Tuhan hingga hari ini. Saya selalu bersyukur kepada Tuhan Yesus setiap hari bukan hanya untuk kesembuhan mama saya saja tapi juga untuk anugrahnya yang lebih besar yaitu keselamatan kami dan kami diberkati serta diijinkan untuk menjadi pengikut-Nya. Saya berharap saya bisa terus melayani Tuhan dengan sepenuh hati karena sudah begitu banyak berkat Tuhan yang diberikan bagi keluarga kami. Demikianlah sharing kesaksian saya, semoga bisa memberikan berkat dan kekuatan bagi rekan2 seiman yg sdg mengalami mslh atau sakit yg berat, tetaplah tekun berdoa dan mengharapkan mujizat-Nya krn Tuhan Yesus adalah Allah yang maha baik yg selalu mendengarkan doa kita dan hanya Dialah Tuhan yg sanggup melakukan segala sesuatu sebab tak ada yg mustahil bagi Dia. Ingatlah jg untuk selalu mengucap syukur dengan sukacita kepada-Nya setiap hari untuk setiap berkat yg telah diberikan bagi kita. GBU.

article by: link2_id
photo: http://carbonpawprintdesigns.com/

Baca selengkapnya...

07 May 2010

KEDAMAIAN HATI

Kalau kita menyalakan televisi, kita tidak tahu bagaimana televisi itu bekerja, kemudian ada gambarnya. Demikian juga pada saat menyalakan mesin mobil, kita tidak menyadari bagaimana mesin mobil itu dapat bekerja.
Kita merasa yakin bahwa karena ada mesin yang bekerja. Pada saat kita makan, bagaimana zat-zat itu bekerja, dengan demikian tubuh menjadi berkembang.

Begitu juga dengan iman, tiap hari kita makan tubuh Yesus, tetapi kita percaya iman yang kita terima, bekerja di dalam diri kita. Ada sesuatu yang dalam yang digerakkan oleh iman. Bagaimana kita bisa melihat Yesus? Kesaksian Yohanes Pembaptis bahwa Yesus sebagai penyelamat dunia. Itu bagaimana Yesus bekerja di dunia dari segala sesuatu yang terjadi yang tidak bisa kita tangkap, tetapi kalau kita merasakan ada kedamaian hati, berarti Yesus bekerja.

"Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku. Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi. Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku. Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku" (Yoh 14:17-31a).

Mari kita mohon agar hati kita menjadi peka, supaya kita dapat melihat kejadian sehari-hari itu semua karya Allah.

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

article by:Nita Garot
Photo: http://www.vpgcorp.com/

Baca selengkapnya...

03 May 2010

Jadi "Kontraktor"

Sebagai keluarga yang amat sangat sederhana, di Bontang orang tua hanya mampu menyewa rumah yg lebih pantas disebut gubuk karena kayu dah lapuk, sempit, dan memprihatinkan. saat orang tua memutuskan masuk kristen, saya da 4 adik saya seneng banget karena setiap kali lihat anak Sekolah minggu selalu ada rasa iri di hati. tapi tetangga dan lingkungan sangat membenci kami. kami sering dilempari batu, kotoran manusia, dan diwarung kami ndak boleh belanja.
bapak membuka tambal ban di lokasi agak jauh dr rumah sedang mamak jadi pembantu pada seorang bos chinesse yang terkenal baik dan dermawan.
setiap hari kami mengantar makanan ke bapak dan melewati sebuah rumah kontrak beton berjejer yang sedang dibangun.... .setiap kali saya dan adik saya mampir...sedekar ngintip dalamnya rumah2 itu....kadang kami duduk dihalamannya dan menghayal berdua seandainya kami tinggal dirumah2 itu. hal iti terus kami lakukan berbulan2 sampai tukang dan mandor bangunannya selalu tersenyum2 pada kami. ( pikir mereka, kami mengharapkan yg mustahil kali ya ) dan kami berlima setiap sore...saat org sholat kami juga sembahyang karena kebiasaan lama kali ya..... kami masuk kamar tutup pintu, nyalakan lilin dan berdoa menghadap gambar salib yg saya buat pake buku gambar dan saya tempel di punggung kursi yang didepannya ada lilin.
mulailah kami berdoa dengan cara kristen .. ha ha ha ha jadi ingat semua....aku terharu...
saat itu kami selalu bilang "Tuhan Yesus rumah ini sempit, panas dan banyak tikusnya"
sunggu suatu siang yg tak terlupakan.. .karena saat aku dan adikku pulang sekolah kami terkejut dan menangis berpelukan saat masuk rumah, semua sudah tidak ada ...barang2, adik, orang tua...kami pikir kami telah ditinggalkan orang tua.
saat kami menangis.... bapak datang dgn sepeda menjemput kami, kami lihat senyum bapak sumringah... ."kita pindah rumah" kata bapak.
dengan digonceng bapak kami pergi menuju kerumah baru....sungguh mengejutkan karena jalannya menuju kearah bengkel tambal ban bapak, wah kalo pindah ke bengkel kan cuma kecil (kira2 2 x 2 M persegi) tapi saya simpan dihati rasa sedihku.
ditengah jalan bapak berhenti dan belok masuk ke perumahan yang biasa saya dan adik datangi, tapi masih belum ngeh juga kami sampai akhirnya kami ikut bapak masuk kesebuah rumah yg dipojok... disana ada emak dan adik2 juga barang2 kami.
"kita tinggal disini pak ?" tanya kami berdua
" iya da, yg punya rumah2 ini bos mamak, trus kita disuruh tinggal disini sambil ngawasi rumah2 ini."
kami nangis berpelukan.
sungguh itulah pertamakalinya kami bersaudara mengerti arti iman dalam doa saat kami baru kurang lebih setahun menjadi orang percaya.
kami tidak pernah cerita ke ortu tentang rumah yg sering saya dan adik2 kunjungi, kami jg tak tahu siapa yang punya rumah itu. tapi kami cerita pada pribadi yang tepat. kami tidak menyangkah akan tinggal dirumah itu.... kami hanya katakan pd Tuhan bahwa rumah sewa kami yang lama sangat meprihatinkan (versi anak2 loh)

semoga menjadi berkat.Kini kami ber5 puji Tuhan telah mempunyai rumah sendiri2 walau baru saya yg menikah. dan setelah 5 tahun tinggal dirumah impian itu akhirnya orangtua bisa membeli tanah dan membangun rumah sederhana.Senang sekali kami membangun rumah sendiri kala itu karena berarti kami tdk jadi "kontraktor" lagi.

KEMULIAAN, KEBESARAN DAN HORMAT HANYA BAGI ALLAH BAPA DALAM KRISTUS YESUS

testimony by: Yessi farida
photo:http://creativewaves.omnium.net.au/

Baca selengkapnya...

23 April 2010

BONEKA SPONGEBOB

Aku teringat suatu kali, putra kami, meminta boneka Spongebob sesudah menonton film kartun kesukaannya itu. “Pa..Ma, boleh tidak…Philip membeli boneka Spongebob?” Kami saling berpandangan,”Nanti ya..Papa dan Mama belum ada uang, tapi pasti kalau ada kami belikan.” Wajahnya berseri-seri,”Terimakasih Papa..Mama…” Ia memeluk kami dengan penuh kasih sayang.


Selama minggu itu, ia selalu bercerita pada teman-temannya di TK bahwa Papa dan Mama akan membelikan baginya sebuah boneka Spongebob. Ia belum mendapatkannya tetapi seolah boneka itu sudah ia miliki. Akhir pekan kami membawanya ke toko mainan dan membeli boneka itu. Sukacitanya penuh, selama seminggu ia sudah mendambakannya dan kini harapannya terwujud.
Kami belajar sesuatu dari kejadian itu, kami belajar untuk memiliki iman seperti seorang anak kecil (a simple faith). Keantusiasan seorang anak yang percaya bahwa bila orangtuanya berjanji cepat atau lambat, janji itu akan ditepati. Bila apa yang diminta tidak sesuai maka orangtua akan menjelaskan mengapa belum diberikan.

Tuhan akan memberikan apa yang kita pinta sesuai dengan kasih karuniaNya. Ia tidak akan memberikan sesuatu yang dapat menghancurkan diri kita. Bila kita berdoa dan memohon sesuatu, mintalah dengan antusias dan percaya bahwa Ia akan memberikan atau menjawab doa kita pada waktuNya. Ingat ada tiga jawaban Tuhan, Ya, Tidak dan Tunggu. Saat menantikan jawaban doa, mengucap syukurlah senantiasa sebab rencanaNya selalu indah bagi kita.

“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu…”(Matius 7:7a)
Doa: Tuhan, kami mengucap syukur sebab Kau adalah Allah yang mendengar dan menjawab doa-doa kami. Amien.

article by: Dave Bross
Photo: http://ecx.images-amazon.com/

Baca selengkapnya...

3 reaksi

Seorang wanita yg baru saja menikah datang pada ibunya dan mengeluh soal tingkah laku suaminya Setelah pesta pernikahan yg gegap gempita beberapa waktu lalu, baru ia tahu karakter asli sang suami. Keras kepala,suka bermalas malasan, boros dsb.

Ibu muda itu berharap orang tuanya ikut menyalahkan suaminya. Namun betapa kagetnya ternyata ibunya diam saja. Bahkan sang ibu kemudian masuk kedapur, sementara putrinya terus ber-cerita dan mengi-kutinya.

Sang ibu lalu mema-sak air. Setelah sekian lama, air mendidih. Sang ibu menuangkan air panas itu kedalam 3 Gelas yg telah disiapkan

Di Gelas pertama ia masukkan Telur.
Digelas kedua, ia taruh Wortel. Dan digelas ketiga, ia bubuhkan kopi. Setelah menunggu beberapa saat, ia mengangkat isi ketiga gelas tadi.
Wortel yg keras menjadi lembut, Telur yg mudah pecah menjadi Keras dan
Kopi memancarkan aroma harum.

Lalu sang ibu menje-laskan "Nak masalah itu bagaikan air mendidih, Namun, bagaimana sikap kita-lah yang akan menen-tukan dampaknya.
Kita bisa menjadi :
Lembek seperti wortel.
Mengeras seperti Telur
atau harum seperti kopi.

Dalam tiap masalah, sebenarnya tersimpan mutiara iman yg ber-harga.Sangat mudah untuk beryukur saat keadaan baik2 saja, tapi apakah kita dapat tetap percaya saat pertolongan Tuhan seolah tdk kunjung datang?

Hari ini kita belajar ada 3 reaksi org saat masalah datang.
Ada yg jadi lembek, suka mengeluh, dan mengasihani diri. Ada yg mengeras marah dan berontak pada Tuhan. Ada juga yang justru makin harum, makin taat dan berserah percaya pada NYA

Adakalanya Tuhan sengaja menunda pertolongannya
Apa tujuannya?
Agar kita belajar percaya tidak pernah ada masalah yg tdk bisa Tuhan selesaikan.. .. :).

Aritlce by: Linda Herman
Photo: thediamondmortage.com

Baca selengkapnya...

21 April 2010

ISTERI yang LAMBAT

Dalam sebuah keluarga hiduplah sepasang Suami-Istri, Pak Pendeta dan Ibu pendeta dan anak-anak tercinta disuatu desa terpencil. Sekian lamanya mereka kelihatan hidup tentram dan bahagia sehingga tak terasa sudah sekian tahun mereka mengarungi bahtera rumah tangga, sifat dan karakter si suami sudah tak asing lagi buat si istri.

Begitu pula halnya sang suami, sifat dan karakter istrinya sudah melekat erat dalam dirinya. Si suami merasa bersyukur sekali memiliki istri seorang pendeta dan si istri juga sangat bersyukur sekali punya suami seorang pendeta pula.

Suatu hari mereka diundang dari gereja Resort untuk mengikuti dan bertanding KOOR di Konser terbesar gereja-gereja di Bandung , yang dikuti oleh para pendete-pendeta seluruh gereja. dan disediakan jemputan bagi daerah-daerah yang jauh (terpencil) dengan Bus besar, dengan syarat, untuk daerah B harus menunggu jam sekian, disimpang B, dengan catatan siapa yang terlambat akan ditinggal, karena Bus akan melaju dengan cepat dan kebetulan untuk daerah pak Pendeta harus menunggu tepat jam 4 sore disimpang A karena acara akan dimulai jam 7 malam.

Demikianlah mereka saling mempersiapkan diri dari pagi, mulai dari baju, sepatu, tas, dasi, dan perlengkapan lainnya, sempat terbersit dalam pikiran si suami bahwa istrinya seorang yang lelet (lambat) apalagi soal berdandan bisa sampe berjam-jam lamanya. Dan suaminya berkata kepada istrinya, “Ma, ingat kita harus berangkat jam setengah 4, karena busnya akan datang jam 4, mama harus persiapkan semuanya, kalau perlu kesalon, mbok ya sekarang aja, biar ndak telat,” tapi sang istri dengan manis dan bangganya berkata, “Ndak perlu kesalon, wong dari dulu mama dandanan sendiri , kok papa ndak tau sih???”

Sambil senyum-senyum sang suami menjawab, “Bukan begitu mam, maksudnya supaya kamu keliatan lebih cantik dikit, beda dari yang sebelum-sebelumnya, inikan acara besar, apalagi nanti kita para pendeta duduknya paling depan jadi ndak malu-maluin, gitu lho”

“Mana tau pula kita menang!“,jawab siistri dengan ketus, “Jadi maksud kamu, selama ini gue ndak cantik!, jadi selama ini kamu bohong, dolo sebelum nikah bilangnya aku tercantik, seksi, jadi kamu nyesel kawin sama aku!”

Sisuami kembali menjawab, “Udah deh ma, aku ndak mau berantem, inget ma kita khan pendeta udah lahir baru lagi….chik…chik…chik..”

Singkat cerita tibalah waktunya mereka harus berangkat, jam sudah menunjukkan pukul setengah 4 sore, pak Pendeta sudah bersiap-siap dan kelihatan gagah dengan jasnya, tapi alangkah terkejutnya dia ketika masuk kamar, istrinya baru berpakaian, belum lagi dandan, nyisir rambut dan sebagainya,

Suaminya berkata: dengan sedikit marah, dia berkata, “Mama cepetan kita hampir terlambat!”

Istrinya menjawab: “Sebentar pa, 5 menit lagi pasti kelar, gw khan perlu sanggulan lagi.”

Suaminya berkata lagi: “apa? sanggulan lagi? ndak perlu pake sanggul-sanggulan lah…”

Istrinya menjawab: “Tapi biar keliatan cantik dan beda dong??? Lagian telat-telat dikit ndak apalah paling juga busnya jam karetan, jam Indonesia khan molor-molor setengah jam….”

Dengan kesal suaminya menjawab, sambil keluar kamar dan berteriak, “Memang kamu dari dulu lelet, lambat, ndak pernah berubah, dari dulu ampe sekarang!”

Siistri menjawab dengan berteriak pula, “Baguslah, Tuhan Yesus aja ndak pernah berubah, dari dulu sekarang dan selamanya tau!”

Demikianlah mereka keluar rumah jam setengah lima sore, diperjalanan sisuami terus mengomel dengan istrinya..

“kita pasti dah terlambat, dasar lelet…..lelet…lambat…lambat..akhirnya mereka sampai disimpang…5 menit….10menit mereka menunggu, tetapi Bus tetap ndak nonggol-nongol”

Sisuami sambil kesal dan marah berkata…”Pasti busnya sudah berangkat, ini semua gara-gara kamu…..makanya jadi orang jangan lambat tau!”

Dengan tak ragu lagi pak Pendeta pergi ke Wartel terdekat untuk menelpon kekantor pusat pelayanan bus yang tertera di denah undangan konser itu.

Ternyata Bus yang akan menjemput mereka sudah berangkat setengah jam yang lalu, dan sekarang sedang dalam perjalanan menuju kota Bandung .

Putuslah harapan pak Pendeta, begitu marahnya dia sehingga dia hanya diam saja seolah enggan untuk berbicara kepada istrinya, Istrinya mencoba menghibur suaminya dan berkata, “Pa, sabar aja, kita tetep doa mudah-mudah ada mobil atau bus yang menuju keBandung, kita pasti belum terlambat”

Sambil tetap menunggu, siistri tetap berdoa, “Tuhan gimana ini, kami mau memujimu berikanlah transportasi yang terbaik, kami tetap menunggu disimpang ini Tuhan, ampuni segala dosa kami….”

Belum sempat siistri mengucapkan Amin, tiba-tiba suaminya berteriak, “Ma, cepetan ma itu ada Bus yang hendak keBandung, katanya mereka mau ikutan tanding koor juga dikonser itu.”

Secepat kilat siistri berkata dalam hati “…..terima kasih Tuhan….Amin…..”

Lalu mereka naik ke Bus itu dan sambil berbincang-bincang, rupanya rombongan yang ada di Bus ini juga ikut bertanding dalam koor nanti dari rombongan gereja lain di dekat desa mereka. Mereka mengaku bahwa mereka juga terlambat karna harus menunggu antrian lama dipom bensin. Tiba-tiba mereka dikejutkan dalam satu berita dipembicaraan telpon supir bus didepan, lalu supir itu berkata kepada para penumpang, Bus No. 412 yang berangkat ke Bandung jam 4 tadi mengalami kecelakaan jatuh kejurang yang curam, belum diketahui berapa yang tewas dan berapa yang selamat, tapi menurut beritanya, bus dalam keadaan menganaskan.

Pak Pendeta dengan tercenggang dan berkata kepada istrinya….. “Ma, itu kan bus yang akan kita tumpangi tadi…..kok bisa ya????”

Siistri dengan sedikit kurang percaya melihat kembali undangan itu, ternyata memang benar No. 412. dan berkata kepada suaminya: ” Untung pa, kita telat, kalo ndak udah tewas”.

“Tidak pikir panjang lagi, pak pendeta langsung merangkul istrinya dengan lembut, seakan dia tidak ingin kehilangan orang yang dicintainya seumur hidup. Dalam hatinya ia berdoa, Tuhan terima kasih, Engkau masih mengizinkan kami untuk bersama dalam hidup ini, masih sempat lagi untuk memujiMu, terima kasih telah memberikan istri yang terbaik bagiku, terima kasih telah memberikan istri yang lelet kepadaku, aku bersyukur segala sesuatunya telah Engkau atur, segala sesuatu yang terjadi untuk mendatangkan kebaikan, terima kasih telah membuka mataku, aku akan menjaga hatiku kemanapun aku pergi, aku tak akan menodainya, aku tak akan menyakitinya, aku tak akan meminta lebih…lebih …lebih Tuhan…. terima kasih telah memberikan istri yang sepadan bagiku……Amin”

Pesan Pak Pendeta :

1.Kepada mereka yang belum memiliki pasangan hidup dan yang sedang mencari pasangan hidup: 1. Cari dan mintalah kepada Tuhan pasangan yang SEPADAN, bukan untuk menjadi sama sepertimu, tapi untuk saling melengkapi Walaupun kita sudah memilih yang banyak persamaan maka setelah menikah dengan segera, banyak orang menyadari bahwa mereka menemukan banyak perbedaan seperti cerita diatas.

2. Terima apa adanya pasanganmu, sikapnya, sifatnya, termperamennya, karakternya.Dengan mulai menerimanya bahkan sering terjadi perubahan kearah perbaikan.

3. Kita tidak bisa merubah pasangan dengan mencela, menuntut, mengomelinya, mengungkit-gungkit kekurangannya, Penerimaan itu perlu, bahkan salah satu kebutuhan dasar seorang manusia. Penerimaan membuat orang merasa bahagia, dan dari sikap hati bahagia justru muncul perbuatan-perbuatan yang simpatik.

4. Alkitab mengajarkan bahwa, menikah untuk menjadi satu dan bukan untuk menjadi sama, Menikah untuk saling melengkapi sehingga gambar Allah menjadi lengkap dalam dua pribadi yang disatukan.

5. Jangan jadikan kecantikan dan kegantengan seseorang jadi the “FIRST ONE”

tapi yang terpenting dari semua itu adalah seseorang yang engkau kasihi benar-benar mengasihi Tuhan Yesus, sehingga apapun masalah pada pasanganmu, dia tetap mencintai dan mengasihimu apa adanya.

Siapapun orangnya, dia tetap berharga di Mata Tuhan.

article by:Ester Ribka
photo:http://nigeriamovies.net/

Baca selengkapnya...

14 April 2010

MeninggikanTuhan

Jika kamu tidak betah, keluarlah dari perusahaan itu. Kamu baru saja lulus kuliah.
Jika harus menganggur juga tak mengapa,” begitulah saran seorang ibu yang tidak tega melihat anaknya menangis karena difitnah dan menjadi kambing hitam di kantornya.

Namun, jawaban si anak mengejutkan sang ibu, “Tidak Bu, tidak sekarang. Saya tidak mau nama Tuhan dipermalukan. Mereka tahu saya anak Tuhan. Saya akan keluar jika masalah sudah selesai dan dengan nama yang bersih.” Setahun kemudian, si anak telah menjadi orang kepercayaan sang direktur dan akhirnya keluar dengan nama yang harum.

Mazmur
57 ditulis saat Daud bersembunyi di gua untuk menghindari kejaran Saul yang ingin membunuhnya. Saat itu Daud telah kehilangan banyak hal; istri, saudara, sahabat, juga kedudukan. Namun, Daud tidak kehilangan harta yang terindah, yaitu Tuhan. Dan kerinduannya adalah bagaimana agar Tuhan ditinggikan dan dimuliakan. Ini yang membuat Daud tidak membunuh Saul walaupun kesempatan sudah di depan mata (1 Samuel 24:1-23). Sebaliknya, Daud dengan setia menunggu Tuhan menggenapi janji-Nya, pada waktu-Nya. Demikianlah Tuhan dipermuliakan di dalam hidup Daud.

Akankah tantangan yang kita hadapi dalam kehidupan—studi, pekerjaan, dan sebagainya, membuat kita tak sabar dan ingin mundur? Apabila keadaan tengah tidak menyenangkan, biarlah kita coba merenungkan kembali janji-janji Tuhan. Minta Dia menguatkan dan menjaga kita, sehingga tiap keputusan yang kita buat tidak menyeret kita ke dalam hal-hal buruk. Dan biarlah kita tetap taat agar nama-Nya dimuliaka.

Yang terutama di dalam hidup ini adalah meninggikan nama Tuhan

article by:renungan harian.net
photo: http://media.threadless.com/

Baca selengkapnya...

Kisah tentang mimpi seorang wanita Kristen

Di dalam mimpinya dia melihat ada tiga orang wanita yang sedang berdoa.

Saat mereka berlutut, sang Tuan datang mendekati mereka.
Dia mendekati wanita yang pertama dengan kelembutan dan anugerah. Dia tersenyum dengan kasih dan berbicara kepadanya dengan nada yang sangat manis.

Setelah itu, Dia mendekati wanita yang kedua. Kepada wanita itu Dia hanya menumpangkan tanganNya ke atas kepala wanita yang sedang menunduk itu dan memberikannya pandangan yang penuh kasih.
Namun kemudian Dia melewati wanita yang ketiga dengan tanpa berhenti untuk mengatakan sesuatu atau hanya memandangnya saja.
Wanita yang bermimpi itu berkata kepada dirinya sendiri, "Pastilah Dia sangat mengasihi wanita yang pertama itu. Wanita yang kedua memperoleh restunya namun dia tidak mengalami sikapNya yang menunjukkan kasih, seperti yang dilakukanNya kepada wanita yang pertama. Sedangkan wanita yang ketiga, pastilah merasa sangat sedih karena Dia sama sekali tidak berkata apa-apa kepadanya, bahkan memandangnya pun tidak."

Tapi datanglah Tuannya dan berdiri disampingnya dan berkata, "Hai, wanita ! Engkau salah dalam menilai sikap-Ku!

Wanita yang pertama sepenuhnya memerlukan kelembutan dan perhatian-Ku supaya dia bisa tetap melangkah di jalan-Ku yang sempit. Dia memerlukan kasih, perhatian dan pertolongan-Ku setiap saat, karena tanpa itu semua dia akan jatuh.

Wanita yang kedua memiliki iman yang lebih kuat dan kasih yang lebih dalam daripada yang dimiliki oleh wanita pertama, dan Aku bisa mengandalkannya untuk tetap mempercayai Aku tanpa memedulikan apa yang terjadi dan apa yang dilakukan orang-orang terhadapnya.

Namun wanita yang ketiga, yang tampaknya tidak Aku perhatikan, bahkan mungkin tampak ditelantarkan, memiliki iman dan kasih yang sangat murni.
Dia sangat mengenal Aku, dan sepenuhnya mempercayai Aku, sehingga dia tidak lagi bergantung pada suara-Ku, tatapan-Ku yang penuh kasih, atau tanda-tanda lainnya untuk bisa mendapatkan persetujuan atau restu-Ku.
Dia tidak akan merasa cemas atau menjadi patah semangat dengan situasi dan keadaan apapun yang Aku rancangkan untuk dia hadapi.
Dia mengetahui bahwa Aku sedang mempersiapkan dirinya untuk kekekalan, dan menyadari bahwa di kemudian hari, dia akan memahami apa yang Aku lakukan.

"Kasih-Ku hening karena kata-kata tidak bisa mengekspresikan kasih-Ku dan hati manusia sukar untuk bisa memahaminya. Dan juga, keheningan-Ku itu adalah demi engkau, supaya engkau belajar untuk mengasihi dan mempercayai-Ku dengan murni, seperti yang diajarkan Roh, dan menanggapinya secara spontan tanpa dipengaruhi oleh hal-hal yang tampak dari luar."

Allah "akan melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib, seperti yang belum pernah dijadikan"( Kel. 35:10 ) jika kita belajar tentang rahasia sikap diam-Nya dan tetap memuji-Nya walaupun seolah-olah Allah tidak memberikan karunia-Nya kepadamu.
Melalui hal ini kita akan bisa mengenal dan mengasihi sang Pemberi dengan lebih baik.

Diambil dari tulisan pilihan (kutipan "Sungai di padang gurun " )
photo:http://www.whatzups.com


Baca selengkapnya...

Apa Yang Menjadi Bagian Kita

Pada musim hujan, sering banjir melanda ibukota Jakarta. Memang banjir terjadi karena curah hujan yang tinggi, tetapi juga disebabkan karena sampah. Sudah menjadi kebiasaan buruk orang Jakarta, miskin maupun kaya, untuk membuang sampah sembarangan. Akibatnya sampah menumpuk dan menyumbat aliran air yang seharusnya menuju ke laut. Tidak heran baru hujan sebentar saja Jakarta sudah banjir.

Bila banjir, kita lantas menyalahkan Pemerintah. Kita menyalahkan pengembang yang baru membangun mal atau gedung. Tetapi kita tetap saja membuang sampah sembarangan. Leo Tostoy, penulis Rusia yang terkenal dengan bukunya War and Peace dan Anna Karenina, pernah mengatakan, "Semua orang ingin mengubah dunia, tetapi tidak ada orang yang berpikir untuk mengubah dirinya sendiri."

Demikian pula saat perasaan kita dilukai oleh orang lain, termasuk suami atau istri kita, mungkin dengan marah kita katakan kepadanya, "Sejak dahulu kamu begitu, tidak mau berubah." Ketika seseorang melakukan hal yang tidak kita sukai, kita berdoa, "TUHAN, ubahlah dia." Tapi kita tidak ingat untuk berdoa, "TUHAN, ubahlah aku."

Kita tidak bisa mengubah orang lain. Yang bisa kita ubah adalah diri kita sendiri. Tidak mudah, tetapi dengan pembaruan pikiran kita, kita akan dimampukan-NYA. Pikiran kita akan diperbarui terus menerus jika kita mendengar kebenaran yang murni. Itulah sebabnya Alkitab mengatakan, "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-NYA, janganlah keraskan hatimu." (Ayat 7-8). Suara TUHAN berbicara kepada kita hari ini. Jangan seperti bangsa Israel yang mengeraskan hatinya. Akibatnya TUHAN menghukum mereka empat puluh tahun di padang gurun.

Hati yang keras dan tidak mau diajar adalah hati yang sesat (ayat 10). Jadi jangan katakan , "Memang saya sudah seperti ini dari sononya. Orang lainlah yang harus menyesuaikan dirinya dengan saya." Belajarlah melembutkan hati kita, sehingga dengan tindakan konkret kita dapat mengubah cara pandang kita terhadap dunia sekitar. Kitalah yang akan menyesuaikan diri dengan orang lain. Jika orang lain menyakiti kita, kitalah yang harus mengampuninya terlebih dahulu. Kita juga harus menunjukkan kasih kita kepadanya. Belajar untuk memperagakan pribadi Kristus dimulai dari mengubah diri kita.


article by: http://virtuenotes. blogspot. com/
photo: http://www.pinguincz.cz/



Baca selengkapnya...

YESUS SUNGGUH BANGKIT

Setelah paskah penampakan Yesus kepada para murid, dan bagaimana para murid tidak mengenal Yesus lagi. Misalnya Maria Magdalena mengenal Yesus sebagai penjaga taman. Juga murid-murid yang lain, mereka mengira hantu, ada yang mengira orang asing.

Satu hal yang menarik yaitu bagaimana para murid mengenali Yesus, setelah Yesus bangkit. Yaitu ketika Yesus memecah-mecahkan roti, dan juga ketika memakan ikan goreng (Luk 24:35-48). Yesus tidak mau menganalisa mereka, tetapi menunggu sampai hatinya terbuka. Akhirnya mereka sadar bahwa orang yang dihadapannya adalah Yesus sendiri.

Berbagi adalah syarat untuk mengenal Yesus telah bangkit. Teringat cerita nenek, pada masa perang itu semuanya serba sulit. Ada seorang Romo Belanda, mempunyai kebiasaan selalu makan pada giliran terakhir. Romo tersebut dibesarkan pada masa perang dunia II, yaitu kebiasaan ibunya untuk menyisakan makanan, kalau-kalau ada yang dibutuhkan oleh orang lain. Ada juga cerita seorang dokter yang mendapat beasiswa dan sekarang berhasil, dia telah menyisakan pendapatannya 10% untuk beasiswa orang lain. Mengenal kebangkitan Yesus, kita harus bisa berbagi dengan orang lain.

Kita mencoba seperti Yesus yang juga membagikan kepada orang lain. Seperti ada tertulis: "Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin (2 Kor 9:9a). Pada suatu hari Minggu dalam pelayanan di RSCM bagian anak untuk mendoakan dan berbagi kepada mereka. Di sana , banyak sekali keluarga yang kurang mampu dan mereka berobat dengan kartu jaminan sosial seperti: Jamkesmas, Gakin, dll. Yang membuat hati ini terasa tersayat, ketika sepasang suami istri yang tidak mempunyai pekerjaan, sedangkan anaknya terbaring sakit. Dengan wajah tertunduk lesu, perut mereka belum terisi apapun sejak pagi.

Yesusku, aku tahu bahwa tanda kebesaran manusia ialah perbuatan, bukan perkataan ataupun perasaan. Karya yang berasal dari kamilah yang akan berbicara tentang kami kelak. Yesusku, jangan membiarkan kami bermimpi-mimpi, tetapi berilah kami keberanian dan kekuatan untuk melaksanakan kehendakMu yang kudus.

Yesus, Engkau sungguh bangkit dan hidup. Kasih setiaMu kekal abadi. Bantulah kami agar sungguh bertumbuh selama waktu yang masih tersedia ini.

Semoga Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Article by: Nita Garot
photo: http://thumbs.photo.net



Baca selengkapnya...

06 April 2010

SIKAP PANTANG MENYERAH

Bartimeus adalah seorang yang buta, yang duduk di pinggir jalan. Ia belum pernah melihat bukti yang nyata bahwa Yesus mampu melakukan mujizat. Meskipun dia tidak dapat melihat dengan mata jasmaninya, tetapi ia memiliki mata hati yang terbuka, mampu melihat kuasa Yesus, dan percaya akan apa yang ia telah dengar tentang Yesus.
Bartimeus percaya pada kemampuan Yesus yang sanggup untuk menciptakan bola mata yang baru baginya Bartimeus ini adalah orang yang beriman, karena mata hatinya terbuka, ia percaya pada hal yang belum dilihatnya secara jasmani.

Ketika ia mendengar bahwa Yesus sedang berjalan di dekatnya, maka iapun segera berseru memanggil nama Yesus Berada dekat dengan kerumunan orang banyak yang berbondong-bondong itu, tentunya suasananya sedang ramai, banyak suara orang yang sedang berbincang-bincang, mereka mungkin sedang membicarakan mengenai mujizat-mujizat yang telah dilakukan oleh Yesus. Dalam suasana seperti itu, Bartimeus menggunakan kesempatan supaya dapat memperoleh mujizat dari Yesus. Yang dilakukan oleh Bartimeus ialah berseru untuk memanggil namaNya. Sekalipun banyak orang menyuruhnya agar dia diam, tetapi ia tetap teguh pada pendiriannya sebab ia memiliki sebuah tekad yaitu agar suaranya yang sedang memanggil-manggil nama Yesus itu, dapat didengar langsung oleh Yesus sendiri. Usahanya itu tidak sia-sia, akhirnya iapun memperoleh apa yang diharapkannya.

Kisah yang menarik mengenai Bartimeus ini, mari kita bandingkan sejenak dengan kisah Yosua yang memerlukan mujizat dari Allah pada waktu ia berperang melawan musuh-musuhnya, dalam Yosua 10:12-14 , "Lalu Yosua berbicara kepada Tuhan pada hari Tuhan menyerahkan orang Amori itu kepada Israel; ia berkata dihadapan orang Israel:"Matahari berhentilah di atas Gibeon dan engkau bulan, di atas lembah Ayalon!". Maka berhentilah matahari dan bulanpun tidak bergerak , sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh". Yosua meminta sebuah mujizat dari Allah, pada saat mereka berperang melawan musuh-musuhnya. Permohonan Yosua itu dikabulkan oleh Allah, untuk menolong mereka memperoleh kemenangan. Iman Yosua sanggup menghentikan matahari, sedangkan jeritan iman dari Bartimeus sanggup menarik perhatian Yesus, dan menghentikan langkah Yesus.

Hidup dalam dunia ini setiap orang selalu diperhadapkan dengan berbagai macam tantangan dan kesulitan. Menghadapi berbagai macam persoalan yang begitu kompleks, kadang-kadang membuat kita bingung, sepertinya jalan yang kita temui buntu, tidak mengerti lagi apa yang harus dilakukan, sehingga kitapun membutuhkan pertolongan yang datangnya dari Tuhan, yaitu mujizat.

Suatu hal yang sungguh menarik untuk diperhatikan dari Bartimeus ialah sikapnya yang pantang menyerah itu, dapat menghentikan langkah Yesus, ia dapat menarik perhatian Yesus. Bagaimanakah sikap pantang menyerah Bartimeus ini sehingga menarik perhatian Yesus kepadanya?

Ada empat hal, dalam sikap pantang menyerah yang dimiliki oleh Bartimeus untuk menarik perhatian Yesus, yaitu:
1. Tidak mau diam
Bartimeus buta, tidak dapat melihat, ia tidak mengetahui dimana tepatnya posisi Yesus sedang berada. Bartimeus juga tidak bisa berjalan mendekat untuk menghampiri Yesus, sebab tidak ada yang menuntun dia datang kehadapan Yesus, namun ia tidak diam saja dengan keadaannya itu. Ia tidak mau menunggu, Bartimeus tidak mau tinggal diam, ia melakukan sesuatu tindakan iman, yang dapat dilakukannya yaitu, dengan berteriak berseru memanggil nama Yesus. Dorongan yang membuat dia berseru ialah mata rohaninya yang percaya pada Yesus. Imannya timbul, melalui apa yang telah ia dengar tentang Yesus. Ia telah mendengar berita tentang Yesus yang sanggup mengadakan tanda-tanda mujizat. Imannya adalah sangat percaya kepada kuasa Yesus yang sanggup memberikan apa yang ia butuhkan, yaitu supaya ia dapat melihat, karena itu iapun berseru sekeras-kerasnya memanggil nama Yesus, supaya terdengar oleh Yesus di tengah kerumunan orang banyak itu. Pada Ayat 47, ketika ia mendengar bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru :"Yesus Anak Daud, kasihanilah aku!"

Dalam menghadapi berbagai-bagai persoalan dalam kehidupan ini, apakah kita mengandalkan iman kita hanya pada penglihatan saja? Atau telah mampukah kita memiliki iman, sekalipun belum melihat, karena telah mendengar akan Firman Allah, dan percaya. Sebab Kitab Roma mencatat bahwa iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus. " sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat", 2 Korintus 5:7. Mampukah kita terus berjalan dengan iman, dan bukan berjalan dengan penglihatan. Milikilah iman.

Bartimeus beriman, setelah mendengar Firman Allah, walaupun ia tidak melihat bukti-bukti nyata dari kuasa/mujizat yang telah dilakukan oleh Yesus. Bartimeus hanya mendengar, mungkin dari cerita orang lain, atau ia mendengarkan dengan seksama tatkala beberapa orang sedang membicarakan kuasa yang dimiliki Yesus itu. Bartimeus sungguh percaya pada apa yang telah didengarnya itu, sebab itu ia tidak mau tinggal diam saja, ia berseru dengan iman pada Yesus dan memanggil nama Yesus. Ia percaya akan dapat menerima kesembuhan juga dari Yesus.
*courtesy of PelitaHidup. com
Tatkala menghadapi persoalan, janganlah kita diam saja, dan janganlah kita menunggu. Kita harus bertindak, datanglah pada Yesus, dengan berseru dengan iman melalui doa. Allah Maha Tahu, Yesus tahu kalau dalam perjalanannnya itu ada orang buta bernama Bartimeus yang duduk di pinggir jalan itu. Yesus tertarik dengan seruan Bartimeus. Respon dari Bartimeus itu , yang berseru memanggil namaNya, adalah sangat menarik perhatian Yesus. Allah mau kita bertindak. Melalui perbuatan atau sikap yang kita nyatakan, Allah akan melihat apakah ada iman pada kita. Allah mengetahui segala hal tentang kehidupan kita, baik kesulitan, penderitaan, dan kebutuhan kita. Allah tidak tertarik dengan masalah kita, tetapi Allah sangat tertarik pada iman kita. Tindakan iman kita, dapat menarik perhatian Allah kepada kita. "Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak diserti perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati", Yakobus 2:17.

2.Tidak terpengaruh oleh keadaan
Meskipun saat itu orang banyak menyuruhnya supaya diam, mungkin ada yang menghardiknya, memarahinya, yang berusaha untuk membungkam dia, namun Bartimeus tidak mau dipengaruhi, ia tidak peduli dengan omongan orang lain, ia tetap fokus pada Yesus saja. Pada ayat 48, banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: "Anak Daud, kasihanlah aku!" Bartimeus tidak mau terpengaruh oleh keadaan, yaitu sikap mereka yang mau menahan Bartimeus supaya diam. Semakin dilarang, bahkan ia semakin keras berseru untuk memanggil Yesus. Ia tetap mengarahkan hatinya dan fokusnya pada Yesus Bisa kita bayangkan, keadaan itu sedang ramai, ada banyak suara, dan Bartimeus ingin sekali teriakannya itu sampai terdengar oleh Yesus. Bartimeuspun berusaha agar seruannya itu mampu melebihi suara mereka, supaya Yesus dapat mendengarnya.

Banyak kali kita terhenti, terdiam, bingung bahkan sampai putus asa bila kita hanya fokus pada persoalan atau keadaan yang sedang kita hadapi. Ketika kita hanya memikirkan pada besarnya dan beratnya persoalan hidup ini, maka sepertinya tiada jalan keluar lagi yang dapat kita temui. Keadaan itu dapat mempengaruhi membuat kita menjadi lemah tak berdaya, lelah, capek, marah, patah semangat dan kecewa. Hal-hal ini akan menghalangi kita untuk memfokuskan diri pada pertolongan dari Allah. Seberat apapun persoalan yang sedang kita hadapi janganlah terpengaruh oleh keadaan, sekalipun itu buruk keadaannya, tetapi pandanglah kepada Yesus diatas segala persoalan. Ingatlah kepada Yesus, bersama Yesus pasti ada jawaban.
*courtesy of PelitaHidup. com
Daud katakan, "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku". Doa mampu menutup mata jasmani kita sehingga kita tak mudah terpengaruh oleh keadaan dan kenyataan pahit yang sedang terjadi dalam hidup kita. "Tetaplah berdoa", 1 Tesalonika 5:17. "Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan", Mazmur 145:18. Berdoalah dengan tidak jemu-jemu.

3. Tidak malu
Karena iman yang dimiliki oleh Bartimeus, maka ia tidak malu atau gengsi di antara orang banyak yang berbondong-bondong itu, walaupun ia hanya seorang buta, yang cuma mampu duduk di pinggir jalan. Ia percaya bahwa Yesus mengasihi semua orang. Justru karena iman yang ia miliki itu, ia tidak malu dengan keadaannya, bahkan ia memiliki kekuatan untuk terus berusaha mencari perhatian dari Yesus. Semua orang yang menantikan Tuhan tidak akan mendapat malu, dan siapa yang percaya kepadaNya tidak akan dipermalukan. " kepadaMu mereka percaya, dan mereka tidak mendapat malu", Mazmur 22: 6b. Seruan Bartimeus itu, sangat berharap pada belas kasihan Yesus, dan ia mampu membuat Yesus memperhatikannya, dan menerima kesembuhan.

Janganlah malu dengan keberadaan, dan status kita. Yesus tidak pernah pilih kasih untuk menyatakan kuasaNya Yesus mengasihi semua orang, bahkan ia selalu mencari orang-orang yang miskin, yang menderita, orang sakit, dan orang berdosa, untuk memulihkan hidup mereka. Setiap orang berharga di mata Tuhan dan dikasihiNya. Tidak ada yang tersembunyi bagi Tuhan, setiap hati yang mau terbuka kepada Yesus, pasti dipulihkanNya. Jangan terintimidasi oleh keadaan atau keberadaan kita, yang melemahkan iman. Rendahkan saja diri dihadapan Yesus, akui saja semua keberadaan kita pada Yesus, terbukalah dan percayalah bahwa Yesus tidak pernah mempermalukan. Mata Tuhan tertuju kepada setiap orang yang berharap akan kasih setiaNya.

"Tuhan itu tinggi, namun Ia melihat orang yang hina, dan mengenal orang yang sombong dari jauh", Mazmur 138:6. "Rendahkanlah dirimu dihadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu", Yakobus 4:10. Kalau orang banyak itu tidak menghargai Bartimeus, malah disuruh supaya ia diam, artinya orang banyak itu merasa Bartimeus tidak layak menerima mujizat dari Yesus. Namun, Yesus malah memberikan perhatianNya kepada Bartimeus, sampai Yesus menghentikan langlahNya, dan memanggilnya.

4. Tidak menyerah
Bartimeus pantang menyerah, ia tidak mau menyerah, karena iman, ia tidak mau berhenti untuk terus berseru memohon sampai Yesus menjawab dia. Seruannya itu mampu menghentikan langkah Yesus. Sikap pantang menyerah Bartimeus itupun membuat Yesus berhenti. Pada ayat 49, Lalu Yesus berhenti dan memanggilnya, supaya ia datang dihadapanNya. Akhirnya kesempatan yang ditunggu oleh Bartimeus itu datang. Ia menanggalkan jubahnya, artinya ia segera mengambil kesempatan itu, langsung mengampiri Yesus. Bartimeus mau memiliki hidup yang baru.
*courtesy of PelitaHidup. com
"Tanya Yesus kepadanya: "Apa yang kau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?", Markus 10:51. Luar biasa, adalah hal yang sangat luar biasa, bila Yesus mengatakan itu juga bagi saudara saat ini, apakah yang saudara akan katakan kepadaNya ? Haleluya! Bila saudara merasakan, Tuhan sedang mengatakan ini kepadamu "Apa yang kau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Katakanlah , katakan saja, apa yang saudara kehendaki dari Tuhan, ucapkanlah padaNya, bila saudara dapat merasakan kehadiranNya saat ini dalam hidupmu. Haleluya!

Dihadapan Yesus, dan kepada Yesus, Bartimeus meminta supaya ia dapat melihat. Yesus telah melihat perbuatan iman Bartimeus yang pantang menyerah, karena itu Yesus mengatakan kepadanya "Pergilah, imanmu telah menyelamatkan Engkau!". Pada saat itu juga melihatlah ia. Bartimeus memperoleh apa yang dibutuhkannya dari Yesus.

Iman, membuat kita pantang menyerah, iman memampukan kita berseru tiada henti dalam doa kepada Tuhan. Orang yang pantang menyerah tetap kuat pada pendiriannya, dan tidak putus-putusnya, akan terus menerus berseru untuk mengetuk pintu hati Tuhan. Orang yang pantang menyerah, tidak kenal putus asa, sekalipun harus mengetuk pintu Surga selama bertahun-tahun.

Sikap yang pantang menyerah merupakan sebuah kendaraan yang akan membawa kita kepada perbuatan iman untuk menerima pertolongan dari Tuhan. Jangan menyerah, sebab orang yang pantang menyerah dapat menarik perhatian Allah. Apapun yang sedang saudara alami saat ini, jangan menyerah, tetap berharap pada pertolongan Tuhan, Tuhan tidak akan meninggalkan orang yang mencariNYa. "Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan, dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak", Mazmur 37:5.

Yesus adalah orang yang pantang menyerah, Dialah teladan kita. Pandanglah pada salib Yesus, Dia tetap memikul salib itu sampai mati di kayu salib untuk menggantikan kita yang berdosa ini. Yesus tidak menyerah, sekalipun ia harus menderita, disiksa, ditikam sampai mati disalibkan, Yesus tidak menjadi lemah dan putus asa. Yesus tetap memuliakan Allah dan tidak goyah dalam penderitaanNya, Yesus tetap mengampuni dan tidak malu diolok-olok, dituduh sebagai orang. Yesus melakukannya bukan saja untuk menarik perhatian Allah, karena melaksanakan Firman Allah. yaitu Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan (Matius 26:2), tetapi untuk menarik perhatian dunia ini pada kasihNya yang begitu besar. Rela berkorban untuk menebus dosa dan menyelamatkan manusia. Penyaliban telah berubah menjadi kebangkitan.

Kiranya Paskah yang kita rayakan, membawa semangat kepada kita " pantang menyerah", jangan menyerah sampai Tuhan memberi pertolonganNya. "Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diriNya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa", Ibrani 12:3.

"Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis didalamnya, sebab waktunya sudah dekat". Wahyu 1:3.


Photo: http://cbcdaviswv.com/jesus-blind-man.jpg

Baca selengkapnya...

Kaos Terangdunia

Ingin Memberkati Terangdunia? Silahkan pesan kaosnya di: irma_napit@yahoo.com atau info@terangdunia.com.
Lakukan pembayaran melalui rekening Terangdunia.
Harga Rp 100.000 (termasuk ongkos kirim).
Klik pada gambar untuk melihat foto dalam ukuran lebih besar.

Hallo...

HUT ke-10 Agustus '09

Loading...

Gathering 28 Maret '09

Loading...

Donasi

Untuk mendukung pelayanan Terangdunia, persembahan dapat diberikan melalui:
Bank Central Asia (BCA)
Cab. Wisma 46 Jakarta
a.n Stella/Fierry
No. Rek: 3.1919.3232.1

Dompet Peduli

Persembahan Anda akan disalurkan untuk membantu pembangunan gereja, korban bencana alam, dan beasiswa.
Rekening "Dompet Peduli":
Bank Central Asia (BCA)
Cab. Wisma 46 Jakarta
a.n Stella/Fierry
No. Rek: 3.1919.3232.1

Peduli Jogja 2006

Loading...

Followers