Andai saja seorang anak berinisial F tidak mengadu pada orang tuanya, tentu ulah Abu Bakar tidak akan pernah ketahuan. F, anak berusia 12 tahun itu mengadu bahwa ia telah disodomi oleh Abu Bakar. Orang tua yang mendengar anaknya telah jadi korban kebiadapan Abu itu marah dan langsung melaporkannya pada Reskrim Polres Tapin, Kalimantan Selatan.
Di depan polisi, Abu Bakar mengaku telah menyodomi sebanyak 27 orang anak sejak tahun 2003 lalu. Semua korbannya dikenalnya dan sebagian besar adalah murid-muridnya mengaji. Korbannya ’digarap’ di sekitar sekolah SMPN 1, di belakang rumahnya dan beberapa tempat lainnya. Sebelum disodomi, korban diiming-imingi mendapat hadiah seperti kaos bola, pisau dan lainnya. Usia korban berkisar antara 12 sampai dengan 18 tahun.
Pernah Menjadi Korban Sodomi
Abu Bakar, ternyata pernah disodomi oleh tetangganya sendiri di bawah kolong rumah pada waktu ia kelas dua SD. Dan lelaki yang memburitinya itu lari entah kemana dan tidak pernah ditangkap.
Sejak saat itu warga desa Mandarahan Tapin Utara ini selalu terbayang dan tergoda untuk melakukannya lagi. Setiap melihat anak laki-laki, ia selalu tergoda untuk melakukannya. Namun saat itu ia belum berani. Baru setelah pada usia 31 tahun ia mulai melakukan aksinya pada korban-korbannya, khususnya mereka yang masih duduk di bangku SD.
Karena tidak pernah ada korban yang melapor, Abu pun merasa aman dan semakin ketagihan. Korbannya ada yang berkali-kali ia sodomi. Malah dia pernah menyodomi 2 bocah sekaligus.
Si Pendiam dan tak banyak Tingkah
Anak kedua dari enam bersaudara ini terkenal pendiam. Lelaki yang punya tiga profesi sebagai pandai besi, pelatih sepakbola dan guru mengaji ini senang bermain bersama anak-anak.Menurut kakaknya ia malah lebih akrab dengan anak-anak itu daripada dengan keluarganya sendiri. Lagi menurut kakaknya, sebagai pribadi yang pendiam, Abu bakar tidak pernah memperlihatkan tingkah yang aneh-aneh. Ia sangat pendiam dan tidak pernah bercerita apa-apa. Bila pulang ke rumah, ia langsung makan dan langsung pergi bekerja lagi.
Pernah kakaknya membujuknya untuk mencari istri. Namun Abu Bakar marah. Sejak itu tidak ada lagi yang berani menyuruhnya untuk mencari istri. Ternyata Abu Bakar lebih berminat kepada laki-laki, walau sebenarnya ia mau juga dengan perempuan. Itu pula yang mendorongnya berakrab-akrab dengan anak laki-laki. Agar ia dapat memuaskan nafsu jahatnya.
Kini si pendiam yang tak banyak tingkah itu tinggal memetik buah perbuatannya.Akibat kejahatannya itu, Abu Bakar akan dijerat pasal 297 KUHP serta Pasal 82 UU RI No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Untuk para orang tua jagalah anak laki-laki anda dengan penuh kewaspadaan. (Dari berbagai sumber/Eva)
12 January 2009
Penyodomi 27 Anak itu Seorang Guru Mengaji
Subscribe to:
Post Comments(
Atom)













0 komentar: