Pdp. Yusuf Harapandoloksaribu, SH, Anggota BPH GBI yang sekarang melayani Tuhan di GBI wilayah Jakarta Pusat ini mengaku bahwa memang mengikut Yesus itu tidak akan sia-sia. Mengikut Tuhan itu sangat luar biasa sebab ia mengalami pengalaman yang indah tatkala Tuhan menangkapnya dari kehidupan yang sia-sia.
Dulu ia bukan orang yang mengenal Yesus dengan benar. Ia hanya ikut saja ke gereja tetapi tidak tahu siapa itu Yesus. Semakin ia mengikuti jalan hidupnya, semakin hancurlah ia, sampai ia hampir masuk agama seberang. Waktu itu ia selingkuh dengan seorang manager dari salah satu perusahaan. Wanita inilah yang menyebabkannya pisah ranjang dengan sang istri selama kurang lebih 2 tahun, dan wanita ini pula yang mencoba mengajaknya pindah agama.
Selama masa dua tahun itu sang istri, Cornaria Panggabean, bertobat duluan. Ia lari ke Tuhan, dan sering mendoakan suaminya sambil tumpang tangan setiap suaminya pulang, walau sang suami pulang dalam keadaan mabuk. Akhirnya, suatu saat ketika ia sedang mengikuti KKR Pdt. Ade Manuhutu, Ibu Cornaria berdoa supaya Tuhan mengirimkan suaminya datang ke gereja untuk mendengar khotbah. Ternyata doanya dikabulkan. Bapak Yusuf yang ketika itu menjemput sang istri di gereja atas desakan anak mereka yang masih berumur 3 tahun pun, akhirnya ditangkap Tuhan ketika mendengar khotbah yang kebetulan sedang menyinggung mengenai perselingkuhan. Akhirnya ia bertobat dan kembali ke istrinya. Untung saja Tuhan campur tangan dan menggagalkan perceraian yang sudah di ambang pintu itu, sehingga kasus yang tadinya akan diselesaikan di meja hijau ini, tidak berlangsung karena belum dibayar.
Sekarang ia sekeluarga telah melayani Tuhan, bahkan beberapa saudara beliau juga sudah mengikut Tuhan. Tidak ada yang mustahil dengan doa, karena Allah yang kita sembah hanyalah sejauh doa. Iman dan doa-doa Ibu Cornaria itu menggetarkan pintu surga dan menggerakkan jamahan ilahi atas hidup suaminya. Karenanya, tidak ada yang sia-sia jika kita mengikut Tuhan. (Grace)
05 June 2009
Pdp. Yusuf H: Mengikut Yesus Tidak Akan Sia-sia
Subscribe to:
Post Comments(
Atom)












0 komentar: