Untuk pemasangan iklan hubungi: info@terangdunia.com

05 July 2009

Musibah, Berkat atau Kutuk?

Siapapun tak bisa menghindari bencana atau musibah yang datang. Saat itu biasanya tidak ada orang yang siap. Keterkejutan, keadaan tiba-tiba dan perubahan serba cepat membuat situasi nampak tak terkendali. Anda akan diliputi kepanikan lalu setelah usai orang hanya bilang itu adalah rahasia Ilahi. Tapi disitulah akan dijumpai apakah musibah itu menjadi berkat atau kutuk.

Banyak persoalan-persoalan dan musibah terjadi disekeliling kita. Musibah-musibah jatuhnya pesawat, helicopter, kecelakaan mobil, motor, kecelakaan kerja, bencana banjir, tanah longsor, Tsunami, gempa bumi, ledakan bom hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) ataupun perceraian. Semua itu mengakibatkan nyawa melayang, luka, cedera, kehilangan, perasaan sedih, terbuang, tidak berharga dan tidak berdaya.

Semua musibah itu belum termasuk beragam penyakit yang semakin mengganas membuat dunia sangat kuatir. Mulai dari demam berdarah, kanker, stroke, HIV AIDS dan berbagai varian flu telah sangat mengancam kehidupan manusia. Bahkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) seakan-akan menyerah menghadapi serbuan penyakit-penyakit baru yang sudah memasuki tahap pandemic yang artinya sudah menyebar ke seluruh dunia. Semua ini tentu juga termasuk hal-hal tertentu yang secara local terjadi baik dalam rumah tangga, pekerjaan ataupun pelayanan. Hal-hal yang merenggut kebahagiaan dan mendatangkan airmata dan penderitaan yang kita golongkan sebagai musibah. Baik terjadi pada taraf global, nasional, daerah, local atau rumah tangga. Namun semuanya adalah musibah. Persoalan yang mesti dihadapi.

Ketika musibah datang pada orang lain kita tentu sangat prihatin. Tapi begitu menimpa kira sendiri maka itu bukan hanya prihatin lagi tapi mesti dihadapi. Nah dalam menghadapi musibah itu kita bisa memperlakukannya menjadi berkat atau kutuk bagi kita. Musibah menjadi berkat bila kita menghadapinya dengan Ucapan Syukur, meminta Allah turut campur dalam masalah itu, mencari pertolongan pada ahlinya, menghadapinya dengan iman, dan mengambil hikmah dari semuanya. Seperti kata Rasul Paulus, "sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami." (2 Korintus 4:17).

Tapi musibah bisa menjadi kutuk saat kita menghadapinya dengan persungutan, mengutuki Allah yang mengijinkan musibah datang dan menyalahkan diri sendiri atau orang lain atas musibah itu. Lebih jauh lagi kita malahan tenggelam dalam nestapa yang dalam dan meratapi nasib serta tidak mau bangkit dari trauma yang dihadapi.

Keduanya ada di tangan anda untuk dipilih. Jika anda sedang menghadapi musibah, masalah atau persoalan sekarang, saran saya pilihlah mengubah setiap situasi menjadi berkat dengan melakukan ucapan syukur dan meminta Yesus campur tangan dalam persoalan anda. (Hendra Kasenda)

pic taken from: nocnnik.blox.pl

0 komentar:


SMS Firman Tuhan

Anda ingin menerima SMS berisi firman Tuhan secara gratis? Daftarkan nomor handphone/ mobile Anda melalui e-mail ke sms@terangdunia.com

Kaos Terangdunia

Ingin Memberkati Terangdunia? Silahkan pesan kaosnya di: irma_napit@yahoo.com atau info@terangdunia.com.
Lakukan pembayaran melalui rekening Terangdunia.
Harga Rp 100.000 (termasuk ongkos kirim).
Klik pada gambar untuk melihat foto dalam ukuran lebih besar.

Hallo...

Kontak

Admin      Konseling Koordinator Doa

HUT ke-10 Agustus '09

Loading...

Gathering 28 Maret '09

Loading...

Donasi

Untuk mendukung pelayanan Terangdunia, persembahan dapat diberikan melalui:
Bank Central Asia (BCA)
Cab. Wisma 46 Jakarta
a.n Stella/Fierry
No. Rek: 3.1919.3232.1

Dompet Peduli

Persembahan Anda akan disalurkan untuk membantu pembangunan gereja, korban bencana alam, dan beasiswa.
Rekening "Dompet Peduli":
Bank Central Asia (BCA)
Cab. Wisma 46 Jakarta
a.n Stella/Fierry
No. Rek: 3.1919.3232.1

Peduli Jogja 2006

Loading...

Facebook

Artikel-artikel terangdunia hadir di Facebook!
Bergabunglah dalam group terangdunia di Facebook!

Followers