Semua orang bisa dipakai Tuhan untuk rencanaNya yang mulia. Namun orang-orang yang dipakai Tuhan untuk membawa pertobatan, mengusir setan, menyembuhkan, mencelikkan mata orang buta, menegor dengan kasih dan menyatakan kesalahan hanyalah orang-orang yang diurapi yakni yang hidupnya kudus.
Seorang penyanyi sekuler yang tidak diketahui latar belakang pertobatannya. Yang hanya diketahui bahwa dia adalah seorang Kristen. Yang tidak dapat dipastikan apakah dia hidup kudus atau tidak, bisakah dipakai Tuhan untuk membawa pertobatan? Dia telah menyanyikan lagu tentang Yesus, dapatkah dia dipakaiNya untuk menjadi penjala jiwa?
Seorang pemain musik yang sangat hebat, dipakai untuk memperindah album-album rohani dengan permainan musiknya, padahal dia adalah seorang yang bukan Kristen. Dapatkan musiknya membawa urapan?
Seorang yang tidak diketahui latar belakang imannya berbicara tentang Yesus dan bahkan fasih menyebut ayat-ayat Alkitab, dapatkah ia membawa orang kepada pertobatan?
Hmm… ini yang menjadi bahan perenungan saya beberapa hari ini. Saya berpikir keras, mencari-cari kisah dalam Alkitab yang dapat dijadikan contoh pola bahwa Allah pernah memakai orang yang tidak hidup kudus untuk maksudNya yang mulia. Saya menemukan banyak kasus untuk hal ini. Mulai dari Firaun di Mesir di jaman Abraham, Firaun di zaman Musa, hingga Herodes. Namun saya menemukan juga bahwa orang-orang ini tidak dapat dibangdingkan dengan Bapak Iman Abraham yang mengkhususkan dirinya untuk Tuhan yang telah meninggalkan rumah bapaknya dan negerinya untuk menjadi orang yang mengikuti kehendak Tuhan dan menjadi teladan iman bagi kita hingga hari ini.
Mereka juga tidak sama dengan Musa yang telah memberikan dirinya selama 40 tahun dikuduskan, dibentuk dan diproses serta disucikan Tuhan di Padang Gurun sebelum membawa misi mulia Allah bagi Israel. Seorang yang seumur hidupnya dibaktikan untuk Allah yang disertaiNya dengan beragam mujizat, mulai dari air menjadi darah hingga laut terbelah.
Dan tentu saja Herodes sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan Yesus, yang diurapi Allah untuk membawa pertobatan dan berita damai sejahtera. Yesus yang telah mengkuduskan dirinya yang tidak mau menerima sodoran harta dan godaan si Iblis. Yesus yang tiap subuh berdoa di taman untuk berbicara dengan BapaNya. Yesus yang dipakai Allah untuk menyatakan kesalahan, dan yang mengadakan ribuan mujizat.
Orang-orang ini telah dipakai Allah karena melaksanakan apa yang ditulis Paulus dalam 2 Timotius 2:21, Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.
Dari sini jelas, hanya orang-orang yang menyucikan dirinya yang akan dipakai untuk maksud mulia dari Tuhan. Orang-orang yang membayar harga untuk hanya memuliakan Tuhan dalam seluruh aspek hidupnya. Yang mengabdi pada Sang Master sejati Yesus dan yang mabuk hanya dengan firman dan RohNya. Orang-orang ini dipakai untuk maksud mulia yakni membuat orang bertobat, mengobati hati yang luka, membawa jiwa kepada Yesus dan melakukan banyak muijzatNya.
Jadi saya mengerti sekarang, seorang penyanyi sekuler bisa saja dia menyanyikan tentang Yesus, tapi dia tidak akan dipakai untuk tujuan mulia Allah jika dia tidak mengkuduskan dirinya sendiri. Apalagi seorang yang bukan Kristen, meski dia memainkan alunan musik rohani tapi sudah jelas dia tidak akan menambah berkat Allah bagi yang mendengar musiknya, malahan mungkin transfer roh jahat.
Seorang yang fasih bicara Yesus dan ayat-ayat Alkitab belum tentu membawa orang pada pertobatan sejati dan menuntun seseorang pada Yesus. Jika dia tidak mengkuduskan dirinya maka ia menjadi tidak diurapi Tuhan sehingga tak bisa menjadi alatNya yang mulia.
Pemahaman ini sejalan dengan apa yang Tuhan sampaikan dalam 2 Korintus 6:16, “Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya? Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: "Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku.”
Tuhan hanya akan berdiam di bait Allah, baitNya, yakni tempat yang disucikan untukNya. Dari sanalah Dia menyatakan diriNya dengan rupa-rupa perbuatan ajaib. Sebagai umat yang telah ditebusNya marilah kita berusaha sedemikian untuk menjadi orang-orang kudus. *
Article by: Hendra K.
pic taken from: agricultureinformation.com
13 July 2009
Siapakah yang Dipakai Tuhan?
Diposting oleh terangdunia pk 8:11 AM -
Label: Artikel, Kolom Hendra
Subscribe to:
Post Comments(
Atom)












0 komentar: